Perbedaan Pupuk Slow Release dan Fast Release

Pupuk berfungsi sebagai sumber unsur hara tambahan untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Juga membantu memperbaiki struktur tanah agar lebih layak terpakai sebagai media menanam.

Pada dasarnya tanaman membutuhkan 13 macam unsur hara esensial makro (N, P, K, S, Mg, Ca). Unsur hara tersebut dibutuhkan tanaman untuk metabolisme yang sempurna.

Lalu 5 unsur hara non-esensial / fungsional (Na, Co, V, Si, Ni) berfungsi menggantikan sementara peran beberapa unsur hara essensial.

Terdapat berbagai macam jenis pupuk, beberapa adalah slow release dan fast release yang akan dibahas pada artikel berikut.

Pupuk Slow Release

Dikatakan slow release karena pelepasan unsur haranya yang lambat agar bisa terserap secara bertahap oleh media tanam.

pupuk

Contoh pupuk slow release yang popular yaitu Osmocote 13-13-13 (yaitu unsur N-P-K yang seimbang), Osmocote 17-11- 10 (yaitu unsur N 17%, P 11%, K 10%).

Pengaplikasiannya bisa kamu gunakan 180-720 hari sekali. kamu bisa berhemat jika menggunakan pupuk slow release.

Kelebihan slow release ialah mudah tercuci unsur haranya, tidak mudah menguap, tersedia dalam tanah untuk waktu yang relatif lama, unsur hara yang terlepas menyesuaikan kebutuhan dalam media tanam, dan lebih hemat.

Sedangkan kekurangannya ialah tidak cocok untuk tanaman semusim karena pelepasannya yang lambat, umumnya hanya digunakan untuk tanaman bernilai ekonomi tinggi karena harganya lebih mahal dibanding pupuk slow release.

Pupuk Fast Release

Pasti kamu familiar dengan jenis satu ini, salah satunya adalah NPK mutiara untuk yang versi padat.

pupuk

Pupuk fast release merupakan pupuk yang pelepasan unsur haranya yang cepat agar bisa terserap langsung oleh media tanam.

Beberapa jenis pupuk fast release lainnya adalah urea, dan organik cair.

Kelebihannya ialah, cepat terurai, relatif murah dan di dapat. Sedangkan kekurangan ialah cepat habis persediaannya di dalam tanah, hilangnya unsur hara karena menguap, mudah terlarut terkena hujan maupun penyiraman.

Artikel Terkait:  Pupuk Organik Yang Bisa Kamu Coba Dari Sampah Dapur

Pengaplikasian pupuk ini kurang lebih 14-30 hari sekali.


Walaupun pemupukan adalah hal yang baik, tetapi kalau sesuatu dilakukan secara berlebihan juga tidak berdapak baik untuk tanaman kamu.

Dalam jangka panjang pemupukan juga akan membuat respon tanamanmu mengalami pelambatan reaksi-reaksi fisiologis.

Gejalanya yang akan timbul ialah lambat tumbuh, lambat pulih, daun pucat dan kusam, batang kecil dan pendek serta produktivitas menurun.

Mampir Yuk ke Tokopedia
& Instagram Bercocok

Kamu yang lagi cari tanaman dan perlengkapan berkebun lainnya, Yuk kunjungi tokopedia dan instagram bercocok.

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

Seberapa suka kamu dengan artikel ini?

Artikel Lainnya

© 2021 Bercocok.id • Built with