Penyebab Tanaman Hias Tidak Tumbuh Dengan Subur

Share this Article
perawatan tanaman hias

Memiliki tanaman hias yang subur tentu saja menjadi idaman para plant lovers. Tanaman yang subur dan sehat memiliki ciri tumbuh dengan rimbun dan bertumbuh besar. Tentu saja hal itu memerlukan perawatan tanaman hias yang benar.

Kamu harus mengenali faktor apa saja yang membuat tanaman hias mu tidak tumbuh dengan subur. Berikut faktor-faktor yang menyebabkan tanamanmu tidak tumbuh dengan subur.

Terserang Hama

Pengecekkan hama dengan rutin dan berkala merupakan rutinitas perawatan tanaman hias yang tak bisa kamu abaikan dalam merawat tanaman. Jenis hama yang paling sering ditemukan pada tanaman hias adalah kutu putih dan spider mites.

Hama spider mites biasanya mudah menghinggapi tanaman dengan tekstur daun velvet seperti Gloriosum dan Gigas. Sedangkan kutu putih sering ditemukan pada monstera dan lebih banyak jenis tanaman.

Hama-hama tersebut biasanya terletak pada bagian bawah daun sehingga luput dari pengawasan. Tak heran sering kali tiba-tiba kita menemukan tanaman dengan kondisi daun yang sudah menguning dan mati akibat hama.

Sebaiknya langkah yang perlu kamu lakukan adalah tindakan prevntif atau pencegahan, kamu bisa menyemprotkan anti hama ke tanaman dalam kurun waktu satu bulan sekali.

Sebaiknya jangan tunggu tindakan untuk menyemprot anti hama ketika tanamanmu sudah terserang.

Kurang Nutrisi

Selain pemilihan media tanam yang tepat dan perawatan yang baik, penting sekali memberikan nutrisi tambahan terhadap tanaman kamu melalui pupuk.

Pupuk yang kamu gunakan bisa pupuk cair ataupun pupuk padat. Pilihlah pupuk yang sesuai dengan jenis tanamanmu.

Waktu pemberian pupuk pun bervariasi, ada yang 10 sampai 14 hari sekali, sebulan sekali bahkan sampai 6 bulan sekali.

Manfaat pemberian pupuk terhadap tanaman beberapa diantaranya ialah membuat tanaman rimbun, membantu pertumbuhan tunas baru serta membuat daun tanaman menjadi besar.

Artikel Terkait:  Menanam Bunga Tulip Panduan Lengkap untuk Pemula

Harus Repotting

Repotting harus kamu lakukan 3 sampai 6 bulan sekali ketika tanaman sudah bertumbuh besar. Penggantian pot selain untuk memberikan ruang terhadap akar juga berfungsi untuk memberikan nutrisi ulang terhadap tanaman melalui media tanam yang baru.

Kamu bisa melakukan repotting saat tanaman sudah bertumbuh besar, ketika akar tanaman sudah keluar dari lubang pot.

Cara melakukan repotting sangatlah mudah, kamu siapkan media tanam baru dan pot yang lebih besar dari sebelumnya. Kemudian pindahkan tanaman dari pot lama.

Pastikan kamu mengecek akar tanaman sebelum memindahkannya. Ketika akar tanaman masih dalam kondisi yang baik, kamu bisa pindahkan bersama media tanam yang lama kemudian di tambah media tanam yang baru. Tetapi jika akar tanaman busuk, kamu harus mengganti keseluruhan media tanam, dan pastikan bersihkan akar sebelum kamu pindah ke media tanam yang baru.


Cek tanaman mu secara berkala untuk memastikan terbebas dari hama, dan lakukan pemupukan rutin untuk memberikan nutrisi tambahan terhadap tanamanmu.

Jangan lupa lakukan repotting karena merupakan hal yang penting juga untuk pertumbuhan tanamanmu.

Mengenal Berbagai Jenis Tanaman Hortikultura

Selamat datang di dunia hortikultura yang menakjubkan! Ikuti kami dalam perjalanan yang indah ini untuk menjelajahi berbagai jenis tanaman hortikultura yang akan menghiasi taman Anda,