Merawat Tanaman Hias dengan Teknik Bottom Watering

Watering alias menyiram adalah salah satu langkah penting dalam merawat tanaman hias. Jika biasanya kita hanya melakukan top watering, kini sebaiknya kita mulai menerapkan teknik bottom watering yang memiliki banyak manfaat.

Apa Itu Bottom Watering?

Sebuah metode penyiraman tanaman dari bawah. Jika biasanya kita menyiram dengan cara mengalirkan air dari atas (top watering), maka sekarang sebaliknya. Dengan teknik bottom watering, penyiraman air terjadi dari bawah tanaman.

Singkatnya, perbedaan top watering dan bottom watering terletak pada cara penyiraman tersebut. Top watering dari atas, sementara bottom watering dari bawah.

Untuk melakukannya, kamu perlu menyiapkan wadah berisi air di bawah pot tanaman. Dari air itulah, tanaman akan melakukan penyiraman mandiri (self watering) secara perlahan. 

Sebagai informasi, self watering system adalah kondisi di mana tanaman melakukan penyiraman sendiri tanpa bantuan manusia. 

Manfaat Bottom Watering

Teknik ini memiliki banyak manfaat untuk tanaman hias. Setidaknya jika kita rutin melakukannya, kita akan mendapatkan 3 manfaat berikut ini.

Kadar air tanaman terjaga

Dengan teknik bottom watering, tanaman bisa menyesuaikan kadar air yang mereka butuhkan. Beda halnya ketika kita menyiramnya dari atas. Kadang kita tidak tahu apakah banyaknya air yang kita siramkan sudah tepat atau justru masih kurang atau kelebihan.

Jika berlebihan, air mengendap di dalam tanaman dan menjadikannya cepat membusuk. Tanaman hiasmu juga lebih mudah basah, sehingga memicu datangnya hama yang merusak.

Artikel Terkait:  Jenis Tanaman Begonia Untuk Menghiasi Rumahmu

Akar lebih kuat

Bottom watering memungkinkan akar tanaman mencari sumber airnya sendiri, sehingga penyebaran air terbagi rata. Akar pun menjadi lebih kuat dan sehat.

Tanaman lebih awet

Karena dilakukan dari bawah, air yang mengalir tidak akan merusak bagian tanaman, seperti daun atau bunga. Beda halnya saat kita menyiram dari atas. Tak jarang, air yang jatuh justru mengoyak daun dan bunga tanaman hingga membuatnya layu dan mati.

Cara Mudah Bottom Watering

Melihat ada begitu banyak manfaatnya, sekarang kamu pasti bertanya-tanya bagaimanakah cara bottom watering yang efektif untuk tanaman hias. Langkah-langkahnya sangatlah mudah. Ikuti beberapa tips berikut secara perlahan dan lakukan rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Siapkan pot tanaman yang tepat

Hal pertama yang perlu kamu siapkan adalah pot. Untuk melakukan bottom watering, kamu tidak bisa memilih pot sembarangan. Pilih pot dengan lubang drainase yang baik untuk memudahkan tanaman menyerap air.

Selain itu, atur banyaknya tanah yang ada di pot. Jangan sampai berlebihan agar tidak mengganggu jalannya penyerapan air dari bawah. Jangan terlalu sedikit pula, agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman hiasmu.

Siapkan wadah dan air penyiraman

Jika potnya sudah siap, sekarang waktunya menyiapkan tempat untuk meletakkan air di bawah pot. Gunakan wadah agak lebar sehingga mampu memuat air secukupnya. Untuk pot tanaman berukuran kecil, kamu bisa memanfaatkan piring bekas sebagai wadah air bottom watering.

Kalau sudah ada wadah airnya, langsung tuangkan air secukupnya ke dalam wadah tersebut. lalu tindihi menggunakan tanaman di pot. Nantinya, akar tanaman akan menyerap air dari wadah itu secara perlahan. Biasanya proses ini akan berlangsung dalam beberapa menit. 

Artikel Terkait:  Merawat Tanaman Pilea agar Cantik di Dalam Ruangan

Sebaiknya, tunggu dan biarkan tanaman mengambil asupan airnya sendiri. Kamu tak perlu mengutak-atik akarnya agar tidak menghambat proses bottom watering.

Periksa kondisi tanaman secara rutin

Kalau kamu sudah rutin melakukan bottom watering, kamu bisa mencoba cari tahu hasilnya dengan mengecek kondisi tanaman. Mulai dari tanahnya, periksa kondisinya lembab atau justru masih kering. Periksa juga kondisi daunnya, terlihat segar atau justru pucat.

Sebagai informasi, tanah dengan perlakuan bottom watering memang tidak terlalu basah. Namun, kelembapannya tetap terjaga dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Ganti air penyiraman secara berkala

Sama halnya saat menyimpan setangkai bunga di dalam gelas, air yang digunakan untuk bottom watering perlu pergantian secara berkala. Kamu perlu rajin membersihkan air bekas penyiraman dan menggantinya dengan air yang masih baru. Hal ini penting dilakukan agar asupan air untuk tanaman terjaga dengan baik dan tanaman pun tumbuh sehat dan segar.

Tetap lakukan top watering

Meski memiliki banyak manfaat, namun bottom watering tidak bisa dilakukan secara mutlak tanpa top watering. Karena itulah, di samping melakukan penyiraman dari bawah, kamu tetap harus menyiram tanaman hiasmu dari atas. 


Sebagai tips, kamu bisa melakukan penyiraman normal dari atas kurang lebih setiap satu kali per bulan. Langkah ini penting untuk membersihkan kandungan garam dan mineral yang mengendap dalam tanaman.

Demikian pembahasan merawat tanaman hias dengan teknik bottom watering beserta tutorial mempraktekkannya untuk menyiram tanaman hias.

Mudah sekali kan? Kamu bisa mencobanya sekarang juga, agar tanaman hias di rumahmu semakin terawat dengan baik. Semoga tipsnya bermanfaat.

Share this:

Tinggalkan komentar